Rabu, 21 Januari 2009

Ketergantungan Manusia kepada Alam

Tri Joko Pitoyo
F2A107002
Tugas Mata Kuliah Konservasi Flora dan Fauna

Tumbuhan dan hewan dapat hidup tanpa manusia
Tetapi
Manusia tidak dapat hidup tanpa tumbuhan dan hewan
...

Organisme atau makhluk hidup apa pun dan di manapun berada tidak akan dapat hidup sendiri. Kelangsungan hidup suatu organisme akan tergantung dengan organisme lain dan semua komponen lingkungan yang dapat dipandang sebagai sumberdaya alam untuk keperluan pangan, papan atau tempat berlindung, sandang serta kegunaan lain sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Dengan demikian, antar orgainsme yang satu dengan yang lainnya serta dengan semua komponen lingkungannya mempunyai hubungan baik secara langsung maupun secara tidak langsung.
Seorang ahli ekologi menyatakan bahwa “tumbuhan dan hewan dapat hidup tanpa manusia, tetapi manusia tidak dapat hidup tanpa tumuhan dan hewan”. Pernyataan tersebut dapat dibuktikan dengan teori ekologi, antara lain sebagai berikut ;

Komponen Ekosistem
Berdasarkan segi tropik atau nutrisi, maka komponen biotic dalam ekosistem terdiri atas dua jenis yaitu ;
1. Komponen autotrofik, yaitu organisme yang mampu menyediakan atau mensintesiskan makanannya sendiri berupa bahan organik yang berasal dari bahan-bahan anorganik dengan bantuan klorofil dan energy utama utama berupa radiasi matahari. Yang termasuk dalam komponen ini adalah golongan tumbuhan.
2. Komponen heterotrofik, yaitu organisme yang hidupnya selalu memanfaatkan bahan organik sebagai bahan makanannya, sedangkan bahan organik yang dimanfaatkan tersebut disediakan oleh organisme lain. Jadi komponen heterotrofik memperoleh bahan makanan dari komponen autotrofik, kemudian sebagian komponen ini menguraikan bahan organic kompleks ke dalam bentuk bahan anorganik yang sederhana. Dengan demikian, manusia, binatang, jamur, jasad renik termasuk ke dalam golongan komponen heterotrofik.

Berdasarkan segi struktur dasarnya, ekosistem terdiri dari empat komponen, yaitu ;
1. Komponen abiotik, yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri atas tanah, air, udara, sinar matahari, dan lain sebagainya yang berupa medium atau subtract untuk berlangsungnya suatu kehidupan.
2. Komponen produsen, yaitu komponen autotrofik yang pada umunya berupa tumbuhan yang memiliki klorofil (zat hijau daun) yang mampu mengubah bahan anorganik menjadi bahan organik.
3. Komponen konsumen, yaitu organisme heterotrofik yang memanfaatkan bahan organik dari komponen autotrofik secara langsung maupun tidak langsung.
a. Konsumen pertama, adalah golongan herbivore, yaitu organisme yang memakan tumbuhan hijau.
b. Konsumen kedua, adalah golongan karnivora kecil dan omnivora. Karnivora kecil yaitu binatang yang berukuran lebih kecil daripada karnivora besar. Omnivora yaitu organisme yang memakan herbivora dan tumbuhan.
c. Konsumen ketiga, adalah golongan karnivora besar (karnivora tingkat tinggi). Karnivora besar adalah binatang yang memakan atau memangsa herbivora, karnivora kecil maupun omnivora.
d. Mikrokonsumen adalah tumbuhan atau binatang yang hidupnya sebagai parasit, scavenger dan saproba.
4. Komponen pengurai, yaitu mikroorganisme yang hidupnya bergantung kepada bahan organik dari organisme mati.
a. Decomposer, yaitu mikroorganisme yang memecah bahan organik komplek menjadi ikatan yang lebih sederhana. Proses dekomposisi ini disebut humifikasi dan menghasilkan humus.
b. Transformer, yaitu mikroorganisme yang meneruskan proses dekomposisi dengan mengubah ikatan organik sederhana menjadi bahan organik yang siap dimanfaatkan lagi oleh produsen. Proses ini disebut mineralisasi yang menghasilkan zat hara.

Tingkat organisasi antar komponen
Pada semua ekosistem dengan tingkat organisasi yang berbeda-beda, di dalamnya selalu terdapat empat komponen utama, selalu terjadi interaksi antar komponen dan terdapat proses ekologi secara umum sama. Perbedaan antar ekosistem yang tingkat organisasinya berbeda itu terletak pada beberapa hal antara lain ;
1. Jumlah spesies organisme produsen yang menjadi komponen ekosistem
2. Jumlah spesies organisme konsumen yang menjadi komponen ekosistem
3. Jumlah spesies organisme pengurai yang menjadi komponen ekosistem
4. Jumlah dan jenis komponen abiotik yang terdapat dalam ekosistem
5. Kompleksitas atau kerumitan interaksi antar komponen dalam ekosistem
6. Tiap-tiap proses ekologi yang berjalan dalam ekosistem.
Disebutkan pula bahwa, suatu ekosistem dapat berlangsung secara minimum, misalnya hanya produsen dan pengurai.



Habitat organisme
Habitat suatu organisme pada umumnya mengandung factor ekologi yang sesuai dengan persyaratan hidup organisme yang menghuninya. Persyaratan hidup setiap organisme merupakan kisaran factor-faktor ekologi yang ada dalam habitat dan diperlukan oleh setiap organisme untuk mempertahankan hidupnya. Kisaran faktor-faktor ekologi bagi setiap organisme memiliki lebar yang berbeda pada titik minimum dan titik maksimumnya. Oleh karena itu, setiap organisme mempunyai habitat yang sesuai dengan kebutuhannya. Apabila ada gangguan yang menimpa pada habitat akan menyebabkan terjadinya perubahan pada komponen habitat, sehingga ada kemungkinan habitat menjadi tidak cocok bagi organisme yang menghuninya.
Apabila kondisi habitat berubah hingga di luar titik minimum dan maksimum yang diperlukan oleh setiap organisme di dalamnya, maka organisme tersebut akan mati atau migrasi ke tempat lain. Demikian pula bila suatu organisme berada di suatu lingkungan yang bukan habitatnya, maka organisme tersebut akan berusaha menyesuaikan diri (adaptasi) sesuai dengan kemampuannya.
Manusia tidak akan dapat hidup dalam hidup di ekosistem air yang bukan habitatnya kecuali dengan bantuan teknologi (peralatan selam, kapal selam, dll) dalam beberapa keterbatasan (waktu, kedalaman, suhu, dll).




Rantai dan Jaring Makanan
Tingkat trofik dalam rantai makanan adalah sebagai berikut ;
1. Tingkat trofik pertama, yaitu semua organisme yang berstatus sebagai produsen. Semua jenis tumbuhan hijau membentuk tingkat trofik pertama.
2. Tingkat trofik kedua, yaitu semua organisme yang berstatus sebagai herbivora. Semua herbivora (konsumen primer) membentuk tingkat trofik kedua.
3. Tingkat trofik ketiga, yaitu semua organisme yang berstatus sebagai karnivora kecil (konsumen sekunder).
4. Tingkat trofik keempat, yaitu organisme yang berstatus sebagai sebagai karnivora besar (karnivora tingkat tinggi).
5. Tingkat trofik kelima, yaitu semua organisme yang berstatus sebagai perombak (decomposer dan transformer) atau semua mikroorganisme.


Siklus Biogeokimia (karbon & nitrogen)
Secara umum, seluruh organisme termasuk manusia memerlukan oksigen untuk kelangsungan hidupnya. Manusia bernapas dengan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Organisme yang mampu mereduksi karbon dioksida menjadi oksigen hanyalah tumbuhan yang memiliki klorofil (zat hijau daun) melalui proses fotosintesa-nya. Tanpa adanya tumbuhan, jumlah oksigen di udara bebas akan berkurang yang menyebabkan manusia maupun orgnisme lainnya akan kesulitan untuk bernapas. Selain itu jumlah karbon dioksida yang berlebihan di udara bebas akan menyebabkan pemanasan global akibat efek rumah kaca. Dengan demikian, keberadaan tumbuhan sangat penting artinya bagi berlangsungnya kehidupan.

Nitrogen sangat penting bagi pertumbuhan manusia. Namun nitrogen yang mampu diserap oleh tubuh manusia maupun hewan dan tumbuhan yang dipergunakan dalam pertumbuhannya adalah senyawa nitrat (NO3) bukan nitrogen bebas di udara (N2). Organisme yang mampu mengubah nitrogen bebas menjadi nitrat hanya beberapa jenis saja, yaitu ganggang biru (tumbuhan) dan beberapa bakteri. Manusia memperoleh nitrogen ini melalui nitrat yang terkandung dalam tumbuhan atau hewan yang dimakannya.




Berdasarkan teori ekologi tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa suatu ekosistem dapat berlangsung tanpa kehadiran manusia, karena ;
1. Ekosistem dapat berlangsung secara minimum tanpa melibatkan komponen konsumen secara keseluruhan (hanya produsen dan pengurai, atau produsen, konsumen tingkat pertama dan pengurai).
2. Pada beberapa tipe ekosistem, manusia tidak dapat hidup karena tidak sesuai dengan habitatnya, misalnya ekosistem air laut dan ekosistem kutub.
3. Dalam beberapa kasus, kehadiran manusia justru mempengaruhi kestabilan ekosistem yang ada, baik bersifat positif maupun negatif.
4. Manusia membutuhkan tumbuhan dan hewan sebagi sumber makanan. Dan sebagai konsumen omnivora, tentunya tidak dapat hidup tanpa adanya produsen (tumbuhan) dan hewan mangsa (herbivora).
5. Tumbuhan berperan penting dalam siklus biogekimia, sehingga manusia sangat tergantung pada keberadaan tumbuhan.
...

Tidak ada komentar: